Tips Membaca Buku Cerita Bersama Anak

Noor H. Dee


Sebelumnya saya sudah membahas beberapa manfaat membacakan cerita untuk anak, kali ini saya ingin membagi beberapa tips membaca buku cerita bersama anak.

Hal pertama yang harus diingat adalah kita sebagai orangtua tidak perlu pandai mengarang cerita. Kita bisa mengisahkan sebuah cerita yang sudah ada atau dari buku cerita yang sudah ditulis oleh orang lain. Hal tersebut jauh lebih mudah dilakukan karena kita tidak perlu lagi repot-repot memikirkan tema, tokoh, dan konflik cerita.

Oke, berikut beberapa tips membaca buku cerita bersama anak.

Pilih waktu yang tepat

Biasanya waktu yang paling asyik untuk membacakan buku cerita adalah malam hari, tepatnya ketika anak sudah ingin beranjak tidur. Saat-saat semacam itu biasanya sudah cukup kondusif. Televisi sudah dimatikan, gawai sudah diistirahatkan, dan mainan sudah dirapikan.

Biarkan anak memilih buku cerita yang dia inginkan

Tanyakan kepada anak, “Malam ini mau dibacakan buku cerita apa?” Pastikan stok buku cerita memang sudah tersedia di rak buku. Biasanya anak-anak akan senang mendengar cerita pilihan mereka sendiri.

Mulailah dari sampul buku terlebih dahulu

Setiap sampul buku cerita tentu terdapat ilustrasi dan juga informasi seperti judul cerita, nama pengarang, dan nama pembuat ilustrasinya. Sebutkan semua informasi itu kepada anak. Tujuannya adalah agar si anak terbiasa untuk berpikir dan mengasosiakan antara judul dengan gambar, juga agar si anak tahu bahwa cerita itu adalah karangan orang lain. Penyebutan nama pengarang dan ilustrator adalah sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang telah membuat buku tersebut.

Mulailah bercerita dengan penuh ekspresi

Anak-anak adalah makhluk yang lekas bosan. Itu sebabnya, agar mereka senang dibacakan buku cerita, bacalah dengan penuh ekspresi. Jangan membaca datar seperti pembawa acara berita di televisi. Atur suara dan ekspresi sesuai dengan adegan yang berlangsung. Intinya harus pandai-pandai mengelola suara agar pembacaan cerita tetap seru dan menyenangkan. Usahakan suara antartokohnya dibuat berbeda, agar cerita berlangsung dengan sangat dinamis dan tidak membosankan.

Jangan takut melakukan improvisasi

Buku anak terkadang ada yang kalimatnya panjang-panjang dan rumit. Kalau bertemu dengan buku seperti itu, jangan takut untuk melakukan improvisasi. Jangan ikuti teks yang ada di buku, tetapi buatlah kalimatmu sendiri yang sekiranya sesuai dengan cerita yang sedang berlangsung.

Baca cerita sambil menunjuk gambar

Buku cerita anak biasanya memiliki ilustrasi atau gambar yang memenuhi setiap halaman. Berceritalah sambil menunjuk gambarnya. Biarkan anak mengeksplorasi dan menginvestigasi gambar-gambar tersebut

Biarkan anak menginterupsi cerita

Anak-anak adalah makhluk yang paling penasaran sedunia. Jika ada satu atau dua kata yang mereka belum mengerti, mereka pasti akan langsung menanyakannya. Jika ada satu atau dua gambar yang membuat mereka bingung, mereka pasti akan menghentikan ceritanya dan mulai banyak bertanya. Sebagai orangtua yang baik, jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban yang mudah dicerna oleh anak-anak.

Selesai membacakan buku cerita, ajak anak berdiskusi sebentar

Setelah tuntas membacakan buku cerita, ajaklah anak untuk berdiskusi sebentar mengenai isi buku. Buku ini bercerita tentang apa? Apa saja yang tadi dilakukan oleh tokoh cerita? Apakah kamu menyukai cerita ini? Kalau suka, kenapa? Kalau tidak suka, kenapa?

Tutup buku cerita sambil mengecup kening anak

Setelah selesai berdiskusi, tutuplah buku dan kecuplah kening si anak. Jadikan proses kegiatan membaca buku cerita itu sebagai kegiatan yang akan membuat hubungan orangtua dan anak semakin erat dan harmonis.

Demikianlah beberapa tips membaca buku cerita bersama anak yang bisa saya bagi di dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat dan semoga tetap bersemangat membacakan buku cerita!

Noor H. Dee / Editor & Penulis

Saya adalah seseorang yang mungkin pernah kamu temui di pinggir jalan, atau di stasiun kereta api, atau di dalam lift yang bergerak turun, atau di tengah kemacetan ibu kota, atau di mana saja, yang kemudian kamu lupakan begitu saja.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2017, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates