Tips Menulis Picture Books (bagian 1)

Noor H. Dee


Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya selama tiga hari mengikuti acara lokarkarya: The Art of Creating Narratives for Picture Books With Alfredo Santos yang diselenggarakan oleh SCBWI Indonesia dan Komite Buku Nasional.

Here we go!

Elemen Cerita Picture Books

Sebagaimana karya prosa pada umumnya, picture books pun memiliki elemen cerita, seperti karakter, plot, konflik, dan tema.

Karakter adalah tokoh dalam cerita yang bisa berupa manusia, hewan, peri, monster, robot, dan lain-lain.

Plot adalah rangkaian cerita sebab akibat yang memiliki struktur awal, tengah, dan akhir.

Konflik adalah sebuah masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh sang karakter.

Tema adalah sebuah pokok atau gagasan atau ide pikiran dari sebuah cerita yang dituliskan.

Karakter dalam Picture Books

Karakter haruslah memiliki objective atau tujuan (aku ingin …) dan motivasi (aku inginkarena …).

Jika ingin menciptakan karakter cerita yang bagus, berikanlah karakter itu tujuan dan motivasi yang jelas dan konkret.

Misal, sang karakter adalah seekor ulat kecil yang ingin makan banyak karena perutnya sangat kelaparan. Ini adalah karakter yang terdapat dalam picture books The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle.

Karakter yang memiliki keinginan akan melahirkan sebuah aksi.

Karakter 3 Dimensi

Menurut Alfredo Santos, karakter yang baik biasanya memiliki tiga dimensi: fisik, eksternal, dan internal.

Dimensi fisik adalah segala hal yang berkaitan dengan fisik si karakter: tubuhnya, wajahnya, rambutnya, gaya berjalannya, dan lain sebagainya.

Dimensi eksternal adalah segala hal yang berada di luar diri si karakter: orangtuanya, keluarganya, teman-temannya, lingkungannya, dan lain sebagainya.

Dimensi internal adalah segala hal yang berada di dalam diri si karakter: sifatnya, harapannya, kelebihannya, kekurangannya, dan lain sebagainya.

Struktur Plot Picture Books

Picture books memiliki struktur plot yang bisa dibilang serupa dengan struktur plot dalam prosa pada umumnya, yaitu terdiri dari awal, tengah, dan akhir.

Ketika ingin menulis cerita picture books, Alfredo meminta kami untuk memikirkan awal dan akhir cerita. Awal ceritanya seperti apa. Akhir ceritanya seperti apa. Jika keduanya sudah ada dan terkonsep dengan baik, bagian tengah ceritanya akan lebih mudah ditulis.

Alfredo juga membagi struktur plot menjadi lebih rinci lagi, yaitu set up, rising action, climax, falling action, dan resolution.

Set up adalah awal cerita yang menggambarkan karakter lengkap dengan tujuan dan motivasinya sehingga pembaca bisa langsung memahami apa keinginan karakter tersebut.

Rising action adalah serangkaian tindakan atau peristiwa yang menggerakkan cerita hingga mencapai climax.

Climax adalah sebuah titik balik atau titik tertinggi dari sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh sang karakter.

Falling action adalah sebuah fase ketika karakter telah menyelesaikan masalahnya, klimaks telah terlewati, dan sedang meluncur menuju ke arah resolusi.

Resolution adalah akhir dari sebuah cerita. Apakah karakter berhasil meraih keinginannya atau gagal meraih keinginannya ada di sini.

Jika digambar, bentuk struktur plot di atas akan menyerupai sebuah gunung seperti yang terlihat di bawah ini:



Sampai di sini dulu catatan ini saya buat. Berikutnya saya akan membahas perangkat narasi, langkah-langkah menulis picture books, dan pertanyaan-pertanyaan seputar revisi cerita, yang saya dapatkan ketika mengikuti loka karya tersebut.

Semoga bermanfaat.

baca lanjutannya: Tips Menulis Picture Books (bagian 2)

Noor H. Dee / Editor & Penulis

Saya adalah seseorang yang mungkin pernah kamu temui di pinggir jalan, atau di stasiun kereta api, atau di dalam lift yang bergerak turun, atau di tengah kemacetan ibu kota, atau di mana saja, yang kemudian kamu lupakan begitu saja.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2017, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates