Apakah penulis buku anak harus memahami psikologi anak?

Noor H. Dee
Apakah penulis buku anak harus memahami psikologi anak?

Menulis buku anak memang tidak mudah. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan, seperti jumlah kata dalam kalimat, jumlah kalimat dalam paragraf, jumlah paragraf dalam halaman, dan hal-hal lainnya seperti soal ilustrasi yang tidak boleh tumpang tindih dengan teks, penokohan yang harus kuat, alur cerita yang harus bergerak maju (tidak boleh flashback), tema yang harus akrab dengan keseharian anak, dan lain sebagainya. Semua hal di atas harus dipikirkan dengan baik oleh mereka yang ingin menjadi penulis buku anak.

Namun, selain hal-hal teknis di atas, apakah penulis buku anak juga harus memahami psikologi anak? Atau, lebih ekstremnya lagi, apakah penulis buku anak harus menjadi seorang psikolog anak?

Jawaban sederhananya: harus dan tidak harus.

Harus: jika buku anak yang ingin kita tulis adalah tentang psikologi anak.

Tidak harus: jika buku anak yang ingin kita tulis bukan tentang psikologi anak.

Misalnya kamu ingin memperkenalkan teori-teori psikologi anak kepada para pembaca anak-anak, dan kamu ingin menulis buku tentang hal itu, otomatis kamu memang harus memahami atau bahkan menjadi seorang psikolog anak.

Namun, jika bukumu bukan tentang psikologi anak, ya, tidak perlu.

Eric Carle, penulis buku klasik The Very Hungry Caterpillar, adalah seorang seniman dan bukan seorang psikolog anak. Namun, buku-bukunya berhasil membuat anak-anak terpukau sampai sekarang.

Maurice Sendak, penulis buku klasik Where The Wild Thing Are, adalah seorang seniman dan bukan seorang psikolog anak. Namun, bukunya telah masuk ke dalam daftar buku anak yang harus dibaca oleh anak-anak.

Shel Sylverstein, penulis buku The Giving Tree, adalah seorang penyair, penulis lagu, kartunis, dan bukan seorang psikolog anak. Namun, bukunya telah menyihir anak-anak yang membacanya.

Antone de Saint-Exupery, penulis buku The Little Prince, adalah seorang penulis, penyair, jurnalis, dan bukan seorang psikolog anak. Namun, bukunya telah dibaca dan disukai baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Drs. Suyadi atau lebih dikenal dengan Pak Raden, penulis buku-buku legendaris Seribu Kucing untuk Kakek dan Pedagang Peci Kecurian, adalah seorang pelukis, dalang, pendongeng, dan bukan seorang psikolog anak. Namun, buku-bukunya telah berhasil menghibur anak-anak.

Tentu saja masih banyak daftar nama penulis anak yang bukan berasal dari latar belakang psikologi anak. Di sini, saya hanya ingin menyebut beberapa saja.

Intinya, penulis buku anak tidak harus menjadi seorang psikolog anak atau harus memahami terlebih dahulu teori-teori tentang psikologi anak. Tidak harus.

Menulis buku anak itu sulit, jadi jangan tambah dipersulit dengan syarat-syarat yang memang tidak perlu.

Kira-kira begitu.

Noor H. Dee / Editor & Penulis

Saya adalah seseorang yang mungkin pernah kamu temui di pinggir jalan, atau di stasiun kereta api, atau di dalam lift yang bergerak turun, atau di tengah kemacetan ibu kota, atau di mana saja, yang kemudian kamu lupakan begitu saja.

2 komentar:

Coprights @ 2017, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates